3.6.10

Egoisnya aku

Matahari hari ini bersinar dengan keengganannya . . . syukurlah . . . tidak begitu panas, sesuai dengan yang aku inginkan karena saat ini memang ada yang harus kukerjakan untuk waktu yang lama diluar ruangan . . .
Tetapi diluar . . . terlihat seorang kakek . . . ya, kakek . . . bukan lagi seorang bapak, kurasa . . .
walau matahari sama sekali tidak terasa terik, namun keringat terlihat di dahinya . . . terlihat lelah dengan gerobak es batangan yang juga terlihat tua . . .
tidak ada senyuman di wajahnya, matanya terlihat kosong . . . mungkin sama kosong dengan kotak penyimpanan uang yang ada di gerobaknya . . . mungkin juga kesal dengan matahari yang enggan membantunya mendapat penghasilan hari ini . . .
. . . Terasa keegoisanku yang menginginkan tiadanya terik hari ini . . . padahal itu tidak berhubungan dengan apa yang bisa aku hasilkan, sangat jauh berbeda dengan kakek itu . . . dan mungkin . . . bukan hanya kakek itu yang terkurangi penghasilannya pada apa yang malah aku syukuri . . .

No comments:

Post a Comment